Mahasiswa Bukan Anti-mengkritik

Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik universitas, akademi, institut, maupun sekolah tinggi. Namun secara etimologi mahasiswa adalah yang di“maha”kan. Sehingga mahasiswa bukan seorang anak-anak yang masih diberi arahan lagi melainkan yang mampu bergerak, independen dan mampu berfikir dan bertindak kritis. Namun, mahasiswa tidak memiliki arti yang sesempit itu, mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi hanyalah sebagai syarat administratif saja. Menjadi mahasiswa mengandung makna yang lebih luas dari kata administratif itu sendiri.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan sebuah kebanggaan, namun dibalik itu ada sebuah tantangan yang besar. Mahasiswa adalah seorang yang memiliki intelektualis dan potensial dalam memahami perubahan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Mahasiswa berperan sebagai agen of change, social controler dan moral force.
Setelah menilik makna mahasiswa, peran mahasiswa sangatlah besar dalam kehidupan sosial. pertama, Mahasiswa sebagai Iron Stock. Mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia yang memiliki kemampuan dan akhlak yang mulia juga mahasiswa sebagai pengganti peran tokoh-tokoh sebelumnya. Mahasiswa menjadi garda terdepan dalam sebuah perubahan dalam masyarakat yang dinamis. Menjawab peran mahasiswa sebagai iron stock ialah memaksimalkan pengetahuan sesuai kemampuan, terus belajar baik dalam meja perkuliahan maupun memahami keadaan sosial. Kedua, Mahasiswa sebagai Agen Of Change. Yaitu mahasiswa sebagai agen perubahan. Mengapa harus perubahan ? karena dalam bangsa yang besar ini bahkan lingkup dunia perubahan akan terus terjadi. Baik kita berpartisipasi dalam perubahan itu ataupun kita diam. Perubahan akan terus terjadi baik menjadi lebih baik ataupun sebaliknya. Karena pada intinya zaman akan terus mengalami perubahan yang signifikan. Nah, mahasiswa sebagai agen of change sebagai garda paling depan dalam melakukan perubahan. Manusia yang berintelektual ini sudah seharuasnya melakukan perubahan sesuai dengan ideologi bangsa ini. Sehingga perubahan bangsa cenderung lebih baik. Teknologi yang semakin berkembang, mesin dan alat yang terus mengalami peningkatan baik kualitas maupun kuantitas memberikan dampak menyongsong kehidupan masyarakat yang anti-mengkritik, cenderung non informatif, bahkan condong kepada kapitalis. Sehingga peran mahasiswa disini sangat penting sebagai agen perubahan. Ketiga, mahasiswa sebagai guardian of value. Yaitu dimana mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai. Nilai apa yang perlu dijaga oleh mahasiswa ? Maksudnya penjaga nilai-nilai disini yaitu mahasiswa harus bisa mempertahankan nili-nilai positif yang berkembang di masyarakat ini. Nilai-nilai yang dapat dipertanggung jawabkan secara objektif dan memuat kebenaran yang mutlak. Nilai tersebut ialah tak lain nilai-nilai dari yang Maha Kuasa yang dapat dipastikan kebenarannya. Selain itu, nilai yang dapat dijaga juga tak lain adalah nilai ilmiah atau yang dapat dibuktikan dengan rasional kita. Walaupun secara tidak langsung Yang Ada tidak dapat diketahui dengan menggunakan indra yang sepenuhnya tetapi dapat diketahui melalui berfikir rasional melalui kekuasaannya dalam menciptakan alam semesta. Karena tidak mungkin alam semesta terbentuk tanpa ada yang membentuk. Keempat, mahasiswa sebagai moral force. Yaitu dimana mahasiswa berperan sebagai kekuatan moral. mahasiswa dituntut menjadi teladan yang baik bagi masyarakatnya, mahasiswa adalah bagian dari masyarakat yang terdidik. Mahasiswa layaknya koboi-koboi penjaga keamanan masyarakat. namun, kini mahasiswa moral force ini sudah banyak ditinggalkan, banyak mahasiswa yang berorientasi pada kehidupan hedonisme, kapitalistik dan non informatif. Mahasiswa cenderung hanya mementingkan selembar kertas untuk melamar menjadi seorang kuli di negerinya sendiri. Bahkan mahasiswa sekarang hanyalah seorang intelektualis yang mencari eksistensi bukan lagi esensi. Oleh karena itu, mahasiswa sangat penting dalam peran moral force dimana mengedepankan kepentingan rakyat sebagai objek kekuatan moralnya.
Dengan demikian, mahasiswa yang memiliki peran penting dalam setiap perubahan masyarakat dalam kehidupan yang dinamis, mhasiswa tidak boleh diam dengan adanya kejanggalan-kejanggalan yang menyebabkan ketidakadilan yang menindas masyarakat. bahkan baik secara langsung maupun tidak langsung seorang mahasiswa diharapkan dapat memberi contoh kepada masyarakat dengan mempertahankan nilai-nilai yang objektif dengan kebenaran mutlak di masyarakat tertentu. Tentunya setiap msyarakat memiliki ciri yang berbeda dan memiliki pandangan hidup yang berbeda pula. Dalam al-qur’an telah diperintahkan bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubahnya sendiri. Tentunya dengan adanya perintah dari kebenaran yang mutlak tersebut mahasiswa semakin dipertegas untuk melakukan perubahan yang beorientasi kepada kebaikan-kebaikan masyarakat dan mensejahterakan masyarakat.
Mensejahterakan masyarakat bukan hanya menyelamatkan kemiskinan, namun juga kesenjangan ekonomi yang berdampak secara kontinyu. Mensejahterakan juga berarti memberi kebebasan berpendapat, memberikan rasa aman dan persamaan hak dari ketidakadilan yang menyelimutinya.